Feeling Anakku Ternyata Tajam

Tidak terasa usianya menginjak 2 tahun 3 bulan. Usia dimana dia berusaha untuk menunjukkan eksistensinya pada papa dan mamanya. Giginya sudah tersusun rapi layaknya orang dewasa. Rambutnya tergerai tipis tapi tetap terlihat cantik. Itulah sekelumit cerita tentang anakku Najwaa Efakita Rayyaa.

gabungan-rayya-grayscale1

Seminggu yang lalu badannya demam, tidak terlalu panas tapi tetap saja rewel merengek minta digendong. Ya namanya juga masih balita. Usut punya usut ternyata gigi geraham sebelah kanan atas mulutnya mau tumbuh. Alhamdulillah..dalam hati aku bersyukur, tandanya anakku tumbuh semakin besar. Namanya juga tumbuh gigi, otomatis bawaannya rewel, susah makan nangis melulu.

Panik juga sih sebagai orang tua yang baru punya satu anak. Gak tau mesti diapain. Dibawa ke dokter khan gak sakit. Akhirnya dikasih paracetamol oleh mamanya. Namanya juga obat, pasti dia mengira itu pahit padahal manis seperti gula. Hahahhaa ternyata dia suka.


Kebetulan malam itu malam minggu, ya sekalian kuajak ke Timezone. Main komedi putar menjadi favoritnya juga main kuda-kudaan. Mau sih dia naik komedi putar itu, tapi kok wajahnya tetap saja cemberut. Kasihan juga ya, niat hati pengen menyenangkan hatinya, ehh tetap aja dia unhappy.

Sepulang dari Timezone, kami sekeluarga mampir ke rumah orang tuaku dan menginap, biasanya si Rayyaa begitulah aku biasa memanggil anakku pasti ceria ketemu dengan mbah kakung dan mbah putrinya. Maklumlah orang tuaku ketemu cucunya paling cepat 2 minggu sekali. Tapi disana anakku tetap saja belum menemukan keceriaannya.

Keesokkan harinya dia merengek minta pulang. Ayo pa pulang..rumah ade ayyaa. Begitu dia memelas. Masuk ke dalam rumah pun dia sepertinya enggan. Dalam pikirannya hanya satu..pulang ke rumahnya sendiri. Menangis menjadi jalan terakhir saat rengekannya tidak aku gubris.

Akhirnya kami pulang. Pada saat membuka pintu dapur..astagfirullah kagetnya istriku melihat bagian belakang rumahku yang hanya memakai atap terpal sudah ambruk menimpa mesin cuci milik istriku. Ternyata semalam angin ”puting beliung” mampir ke rumahku. Mungkin rengekan anakku semalam memberi tanda itu semua. Mungkin juga dia merasa ada sesuatu terjadi menimpa rumah kami sehingga dia selalau mengajak pulang.

Posted by Eko Budiwiyanto

Advertisements

1 Response so far »

  1. 1

    rakyat biasa said,

    Mantep gan

    eko : terima kasih bos…


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: