Ayo Sekolah…….

SANY0169Paa…sokolah paa..ayo paa..hehhee itulah rengekan anakku ketika minta untuk disekolahkan…Jujur saja pertama kali dia meminta itu, ada terbersit sedikit keraguan di hatiku…Maklumlah anakku baru berusia 2,5 tahun, usia yang menurut masih sangatlah belia untuk memasuki dunia persekolahan (seperti dunia persilatan saja).

Mungkin sedikit bercerita tentang anakku sekarang. Dia lagi senang-senangnya mencoret-coret ataupun menyanyi dan pastinya bermain. Jujur saja dia sangat cepat beradaptasi mengenai sesuatu. Dan bahkan aku kewalahan menghadapinya. Berbicara apa saja bahkan berbicara hati ke hati pun dia bisa meskipun sebatas..papa/mama angan angis ya angan cedih….. bertanya apa saja tentang sesuatu yang dilihatnya atau didengarnya.

Setelah melewati proses administrasi maka sahlah anakku terdaftar di playgroup itu. Seminggu pertama dia belum memakai seragam karena masih dalam proses penjahitan, sehingga dia masih memakai baju bebas. Bahkan pakaian olahraganya saja kebesaran…dia tidak peduli dan selalu antusias tentang sekolah…bahkan dia bisa dengan mamanya…yo ma cepat anti ambat, gak oleh asuk ma bu gulu. Istriku tercintalah yang mendampinginya sekolah. Istriku bilang kalau anakku pintar. Dia tidak menangis saat ditinggal oleh mamanya dan asyik bermain dengan teman-temannya. Mudahnya dia beradaptasi membuatnya tidak kesulitan ketika harus bertemu orang-orang dan lingkungan yang baru. Aduh…mendengar itu semua kok bangganya gak keitung……

Setelah aku berpikir, berdiskusi dengan istriku dan tak lupa membaca beberapa artikel tentang balita maka kuputuskan untuk menyekolahkannya di TK/Playgroup yang letaknya tidak jauh dari rumah. Salah satu alasan tambahanku untuk mengiyakan keinginnya adalah kenyataan abahwa anakku tidak ada yang menjaga di rumah, setelah babysitterku minta pindah kerja.

Saran untuk para orang tua, segera sekolahkan anak anda sedini mungkin. Banyak manfaat yang bisa diperoleh. Mungkin sedikit yang bisa saya bagi disini adalah :
1. Belajar mandiri. Disini seorang perlahan di ajari kemandirian. Kapan dia harus bangun pagi ataupun kapan harus tidur malam.
2. Mempercepat proses adaptasi anak anda terhadap sesuatu hal yang baru. Proses kemandirian anak dengan sendirinya akan terbentuk sedini mungkin. Dibandingkan dengan anak yang hanya di rumah saja hasilnya akan nyata terlihat. Anakku juga sekarang terlihat lebih percaya diri ketika akan berbicara kepada papa dan mamanya.

Teruslah berusaha anakku, raihlah yang terbaik untukmu..papa dan mama selalu disampingmu mendukungmu, meskipun papa jauh terpisah denganmu…

Posted by Eko Budiwiyanto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: